Just look at the name :D

This story took place when I and all of COSPAR 9th participants visited Tun Abdul Razak Museum in Kuala Lumpur Malaysia last June. We had approximately an hour to look around inside the museum. We had about ten participants who come from India. A debate took place when we arrive to the part of the museum which displays the Mr. Abdul Razak gift collection that he got from his best friend all over the world. I remember that there is a statue of an Archer resembling one of character in Indian legend.

At that time there was me and four of my India friend. I said ” This is Arjun right?” . All I remember about character who is an archer was Arjun. But then my friend Saurabh said ” No, this is Krisna, not Arjun”. Another friend argue that that character was Arjun because of the accesories of the statue. The debate took place, I just keep silent and listen to all of the argument which now take place between my Indian friend. Bu Endang also said that the statue was the statue of Krisna not Arjun. So now there are two groups, one said that this was the statue of Arjun, the other said that this character was Krisna because of the crown that the statue wear.

It was quite a fight, but then suddenly, the only Indian guy who just keep silent and watch the debate said calmly ” No this is not Arjun or Krisna. This is Rama”. I asked him, ” How do you now if that is Rama?. With smile Ananta explain ” Just look at the name, It is written on the statue, look it is Rama”. I walked close to the pedestal. And yes, it is written on the statue with small letter which difficult to see from a distance. RAMA. And all of us just laughing, what a thing!! The statue already has a name, and neither of the name which we suggest is its name. And the solution is so simple. Just look at the name guys!!

Kenapa begini? dan kenapa begitu?

“Kenapa sih kamu selalu nanya-nanya, kenapa begini? kenapa ini begitu?” demikian komentar teman saya yang suatu kali saya menanyakan tujuan dia melakukan suatu hal. Dan kadang diskusi yang terjadi antara saya dengan teman saya itu berubah jadi debat kusir alias berantem, karena nampaknya dia kesal dengan kebiasaan saya menanyakan sesuatu yang bagi dia sudah jelas jawaban dari pertanyaan yang diajukan jadi ga perlu ditanya-tanya lagi. Hehehehe, mungkin sudah jadi hal yang otomatis ya bagi saya. Kebiasaan bertanya itu selalu ada jika saya rasa suatu hal belum jelas tujuan yang paling mendasarnya itu apa.

Kadang temen saya bilang, kok kamu mikirnya rumit sih? padahal bagi saya, sangat menyenangkan kalo dah menemukan jawaban ato alasan atas sesuatu walopun mungkin melalui proses berpikir yang menggelisahkan selama berhari-hari. Kadang dalam proses menemukan jawaban dari pertanyaan itu saya mengajukan solusi-solusi yang ekstrem bagi orang kebanyakan.

Satu pertanyaan yang saya tanyakan kepada diri sendiri adalah kenapa orang menikah? soalnya waktu itu beberapa teman saya ada yang menikah, dan timbullah pemikiran kenapa ya orang menikah? sebenarnya lebih tepat adalah kenapa saya menikah? bagi beberapa orang mungkin itu pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan, mungkin karena jawabannya dah jelas. tapi bagi saya? saya ga suka aja kalo jawabannya ya itu daur hidup manusia, lahir, jadi dewasa, tertarik pada lawan jenis trus menikah dan punya keturunan, hidup ampe tua trus meninggal.

Jadi selama beberapa hari saya mengajukan hipotesis buat saya sendiri. Ingat saudara-saudara ini buat saya sendiri ya.

1. Orang menikah karena pengen punya keturunan. Tapi bagi saya kalo mau punya keturunan bisa ikut  program yang minta bantuan donor sperma itu kan.

2. Orang menikah supaya punya nggak kesepian. Tapi bagi saya ada juga tuh yang cukup merasa ditemani dengan teman-teman di sekelilingnya heheheh.

3. Orang menikah supaya secara finansial ada yang nanggung (buat cewek kayaknya). Tapi kalo ceweknya dah punya penghasilan sendiri dan dah mandiri gimana?

4. Orang menikah karena butuh teman hidup. Tapi ada juga yang kumpul kebo juga dah cukup memberi solusi.

dan beberapa alasan laen yang saya lupa. Waktu itu mikirnya, wah kalo bagi saya semua dah teratasi tanpa menikah berarti ga ada alasan bagi saya untuk menikah dong. heheheheh.

Tapi bagi saya ternyata menikah adalah jalan yang saya pilih , (pilih lo ya, bukan terpaksa heheheh) karena jalan itu yang diajarkan oleh agama yang saya anut untuk bisa memenuhi sifat manusiawi entah itu karena ingin ada teman, biar ga kesepian, ato kecenderungan untuk berketurunan. Jadi singkatnya karena takut dosa hehehehe. Kalo saya ga takut ma dosa, mungkin saya milihnya jalan lain, seperti yang saya kemukakan di atas heheheh. Jadi paling tidak jawaban itu untuk sekarang memuaskan untuk saya sendiri. Tapi entah kalo nanti saya menemukan solusi yang baru, menghindari dosa tanpa harus menikah hohohoh.

Proses bertanya seperti ini kadang membuat saya terbuka terhadap pilihan-pilihan yang dipilih oleh orang laen yang tidak memilih jalan yang sama dengan saya heheheh.

Oia btw kenapa kasus yang saya angkat adalah alasan menikah? ya karena bahasan ini yang saya ingat hipotesa-hipotesanya heheeh, jadi buat pembaca jangan mikir yang iya-iya ya heheheheh.

my favorite theme song (really!)

I just can`t  get this serial television out of my mind hahahha, I remember the dialog and from which episode this dialog take place. Love its theme song with its catchy tune. I just keep singing this song over and over in fast manner. Please, please dear reader practice singing this theme song by yourself in fast manner surely (just for those who already watch this crazy serial television) hahahaha….

This the lyrics that I hear, you can find  grammar mistake and wrong words probably.

Our whole universe is once in hot dense state, and nearly fourteen billion years it goes expansion started wait….

The Earth begin to cool the autotrophs begin to drool

Neanderthal developed tools, we build the wall

We build the pyramids. Math, science, history unraveling the mistery

and all started with the big bang. Bang!! 

sighs, still can`t get it out of my mind

ehm..ehm..ehm

waktu orang lain pada siap-siap weekend..

aku siap-siap buat mulai bekerja..

waktu orang-orang pada tidur dengan lelapnya, dibuai mimpi di negeri antah berantah…

aku justru sedang giat-giatnya bekerja..

pagi hari waktu orang-orang pada berangkat kerja dengan wajah segar…

aku pulang dengan langkah gaya orang mabuk kurang tidur dan tampang kusut…

waktu orang-orang berkutat dengan pekerjaannya dengan serius...

aku terlelap dengan tenang (kalo lagi beruntung, biasanya malah ga bisa tidur -_-`)

waktu orang-orang pada makan siang…

aku terbangun dan memulai persiapan untuk bekerja nanti malam…

sekarang jam 21.46, stand by ampe jam 2 pagi, semangat!

Kita Tidak Tahu Seberapa cepat nasib akan berubah (serius amat yak titelnya:D)

Suatu malam, lagi enak-enaknya tidur di kosan, tiba-tiba BLUPP!! terdengar suara letupan kecil, bukan, bukan suara kentut kok jangan kuatir hehehe. Suara letupan diikuti dengan matinya listrik seluruh rumah. Malam yang tadinya tenang jadi riuh suara keluhan orang-orang di lantai bawah. Seperti biasa bapak kos mencoba menyalakan listrik dengan menaikkan tombol tegangan listrik rumah yang anjlok. Suara letupan yang sama terdengar, keras di kamarku, ternyata sumbernya dari kamarku, akhirnya aku copot semua stop kontak dan mematikan lampu ruangan daripada ambil resiko ada kejadian yang lebih bahaya lagi. Duduk termenung di pinggir ranjang, bolak-balik ngeliatin TV ma lampu kamar, kira-kira yang mana ya yang bermasalah. Moga-moga bukan TV, maklum bukan punya sendiri itu TV nya. Akhirnya diputuskan besok aja ngeliat kerusakannya setelah terang dan keliatan. Tidur malam itu akhirnya tanpa lampu

Keesokan paginya, coba ngeliatin bola lampu yang terpasang di atas langit-langit kamar yang tinggi. Sekilas liat, hem kayaknya nggak ada masalah. Jadi semakin heran, kira-kira penyebab matinya lampu semalam sepertinya karena korsleting listrik
Tidak mendapatkan yang aneh dari lampu, akhirnya mencoba melanjutkan kerjaan yang terbengkalai. Dua jam kemudian, akhirnya sumber masalah yang dicari-cari semalaman dan sepagian tadi terlihat. Ketika tiduran sambil ngliat lampu, nampak di bagian dudukan lampu yang nempel kelangit-langit ada ekor cicak yang nongol, badan cicaknya tentu saja di bagian dalam dudukan lampu yang jadi penyebab korslet listrik semalam. Yah daripada ntar malam gelap-gelapan lagi akhirnya aku memutuskan untukmengambil si cicak malang yang mati karena tersengat listrik tegangan tinggi.
Coba narik-narik ekornya sambil ngerasa ga tega ma cicaknya, dalam hati ngebatin ” Cicak, maaf ya, aku tarik-tarik ekormu, kan harus ada yang mindahin kamu”. Setelah lama ditarik, akhirnya copot juga, cuman alamaaakk, ternyata cuman ujung ekornya doang yang lepas, sisa ekor dan tentunya seluruh tubuh si cicak masih nempel di dudukan lampu. Semakin merasa bersalah lah aku, ini cicak udah mati kesengat listrik, eh jasadnya mesti mengalami vandalisme yang berujung dengan terpisahnya ekor dari tubuhnya. Yah nampaknya harus dibuka dulu dudukan lampunya pake obeng, baru bisa diambil jasadnya dari sana. Dengan tersenyum akhirnya kuputuskan membiarkan jasad cicak bersemayam sementara di sana. Dan walaupun ada bangkai cicak di sana, tidak tercium bau bangkai kayaknya jasad si cicak sudah dengan baik terbakar oleh tegangan listrik yang tinggi.

Sempet kepikir juga, betapa tragis nasib si cicak, coba deh bayangin, mungkin pas malem kejadian, mas cicak lagi enak-enakan berburu, ato cuman sekedar jalan-jalan malam nyari klub buat kongkow2. Lagi enaknya jalan, eh tiba-tiba BLUPP!! berpindahlah ia ke alam arwah, jadi kesimpulannya, kita ga bakal tau seberapa cepat nasib bakal berubah. Buat si cicak, maaf ya, ekormu ga sengaja copot dari badanmu. Have a peace rest there.

dedicated for

cicak yang malang

Apa yang aku pelajari dari Astronomi

Well aku belajar tentang prinsip dasar fisika, listrik magnet, mekanika, tensor , persamaan diferensial, evolusi bintang, tata surya, juga kosmologi. Tapi sebenarnya lebih dari itu astronomi dan cabang sains yang lain membentuk karakter orang yang mempelajarinya. Dan tahukah teman, setelah aku amati dan rasakan, astronomi adalah ilmu yang mengajarkan kami bagaimana bersikap rendah hati. Jadi kesimpulannya astronom adalah orang yang rendah hati, bagaimana tidak, setiap hari mereka berurusan dengan benda-benda yang berskala sangat besar, skala tahun cahaya yang tidak terbayang dalam kehidupan manusia sehari-hari. Lingkup obyek yang tidak akan pernah bisa manusia sampai ke sana dengan kemampauan wahana yang dimiliki saat ini. Sebenarnya nggak cuman ngurusin hal yang kecil, astronomi juga membahas dunia yang sangat amat kecil yang juga tidak terbayang dengan manusia. Dunia fisika partikel yang juga mengajarkan manusia bahwa kita belum boleh jadi sombong dengan ilmu yang kita punya.

Teman-teman astronom tentu merasakan sendiri bagaimana butuh usaha berabad-abad untuk mempelajari alam semesta ini, bagaimana mereka berevolusi, berubah terhadap waktu.
Hal lain yang juga aku simpulkan adalah astronomi lingkungan kerja yang menyatukan umat manusia di dunia. Bekerja sama dengan bangsa lain bukanlah hal yang asing, nggak peduli apakah dalam sisi politik suatu negara sebenarnya adalah lawan, astronomi mengajarkan perdamaian. Jadi ingat dengan perkataan seorang dosen, mari kita sebarkan misi perdamaian melalui astronomi. Nyangkut ke topik perdamaian ini sebenarnya karena nonton cuplikan klip pale blue dot dari Carl Sagan. Di sana di bahas tentang seberapa kecilnya bumi dilihat dari wahana angkasa yang sampai di Saturnus, misi Cassini kalo ga salah. Kecil tapi juga besar bagi manusia yang mendiaminya. Hehehe, rada ironis sebenarnya ngeliatnya, Bumi yang kecil, indah dan nampak damai jika di foto dari luar angkasa tapi bumi yang sama yang juga terjadi perang di atasnya karena perbuatan manusia. Bumi yang keliatan satu, ternyata dihuni oleh manusia yang berkonflik tiap hari. Manusia yang sama yang juga merusaknya dengan emisi karbon dan penebangan hutan secara liar (ngomong-ngomong australia udah menandatanganin protokol kyoto lo!, tinggal amerika doang, hidup perdana menteri baru australia! heheheeh). Balik ke pembahasan, setiap ilmu akan membentuk karakter manusia yang mempelajarinya. Hal ini juga menjawab pertanyaan teman yang beberapa tahun lalu bertanya, “Buat apa belajar astronomi?, kan masih banyak yang bisa di amati di Bumi ini?”. Saya termasuk orang yang percaya bahwa setiap hal walaupun kecil selalu berkaitan. Belajar astronomi juga belajar tentang diri kita , manusia. Jadi kesimpulannya, astronomi mengajarkan kepada kita untuk menjadi rendah hati dan bekerja sama dengan sesama umat manusia dengan damai.

Favorite Things

Daftar hal-hal yang saya sukai :

1. Buku Bill Bryson, A Short History of Nearly Everything, saat membacanya saya seolah-olah sedang dibawa oleh mesin ruangwaktu berkunjung ke tempat-tempat di alam semesta serta melihat sejarah manusia di dalamnya.

2 . Kusuka rasa ayam lada hitam, salah satu produk kripik singkong yang saya tidak bisa berhenti memakannya sebelum kosong bungkusnya :D

3. Ikan bakar Tamansari, saya juga heran soalnya seminggu saya bisa makan di situ sekitar tiga kali, kok ga bosan ya?

4. Anime, berbagai macam anime saya suka, terutama yang lucu semacam Full Metal Panic Fumoffu

5. Film yang bergenre action, drama, atau comedy. Salah satu yang paling saya sukai adalah Contact, yang dibintangi Jodie Foster yang berperan sebagai Eleanor Ann Arroway, seorang astronom radio yang berusaha menemukan sinyal dari makhluk luar angkasa.

6. Bintang, memandang langit sih sebenarnya, langit biru di siang hari atau langit malam yang cerah. Bisa membuat hati jadi lebih tenang

7. Acara Oprah Winfrey Show, banyak hal yang menginspirasi lho, salah satunya tentang seorang dokter di pedalam afrika yang mengobati banyak gadis afrika yang melahirkan terlalu muda sehingga mengakibatkan kerobekan di jalan lahirnya, atau kisah anjing bernama Hope yang tidak memiliki kaki depan tapi ia bisa pada akhirnya belajar berjalan di atas dua kakinya seperti manusia.

8. Acara dokumenter, seperti naked science (termasuk dokumenter ga ya?), atau national geographic. Banyak pengetahuan baru yang bisa didapat.

9. Avatar the Legend of Aang, belajar dari sosok Aang yang memiliki tugas belajar tuk jadi Avatar.

10. Jaket tebal dan besar warna biru gelap yang enak dipake kemana2.

11. Jalan-jalan ke laut, gunung, air terjun atau hutan

12. Berkumpul bersama keluarga, adik-adik tercinta

Yah begitulah sodara-sodara, mungkin daftar di atas bisa membantu jika ada yang berniat memberikan kado ultah untuk saya hehehehe, :D ngarep ceritanya.

Why I Choose Astronomy?

It was one summer night in 1992 when for the first time I could figure out the shape of constellation named Orion. I was seven years old girl in that time and did not even know what astronomy is. All I knew was there was a beautiful object called star which shaped a constellation in the sky. Nevertheless, I realize this eventually, that moment gave me an everlasting dream to be a scientist in the future and curiousity about what astronomy is. The next years after, during my junior and senior high school I learned and read book about astronomy. The time had come when I decided to choose study program of astronomy in Bandung Institute of Technology after I have graduated from senior high school.

This decision actually led me to a new way in viewing astronomy. Formerly I just know astronomy explained about celestial body, their characteristics and evolution, but I never know that these all of matters based on two fundamental subjects, physics and mathematics. To be honest I was not fond of those two but latterly I found that physics and mathematics help us to describe difficult thing such as how nuclear reaction inside star can take place or how can an equilibrium maintained inside the star so it is not collapsing neither exploding.

Physics and mathematics teach us how to think structurally, step by step in solving a problem. How to make hypothesis and gather information from far and faint soure which of course can not be manipulated from earth. How can we deduce a model from source as dim as star. One that I learn most is science teaches us to keep questioning even this thing seem already established. These aspects attract me really because all of these methods give human abundant knowledges about the universe surround. Science also teaches me honesty to interpret fact and appreciate something unmaterialistically.

I also have great hope that one day I can share what I feel to the people about the grandeur universe and the beauty of the night sky like the night when I am just seven years old girl.

 

A Short History of Nearly Everything

Judul di atas adalah judul buku yang ditulis oleh Bill Bryson. Buku ini punya makna khusus bagi saya karena diberikan sebagai hadiah kelulusan oleh guru pembimbing saya yang saya hormati Dr. Premana W. Premadi. Buku ini mencolok sekali karena memiliki tebal 690 halaman dengan semuanya ditulis dalam bahasa inggris. Ya bahasa inggris, saya yakin reaksi yang bakal ditunjukkan oleh banyak orang yang melihat ini pastilah “terrified”, termasuk saya sendiri karena banyak sekali kosa kata dalam bahasa inggris yang bahkan baru saya baca dalam buku itu. … continue reading this entry.

Satu misi sudah selesai, yihaa!

Wah seneng deh, tanggal 21 Juli 2007 kemaren dah diwisuda. Fuuh! rasanya satu beban sudah terangkat, senangnya!. Setelah berbulan-bulan mengerjakan Tugas Akhir yang membuat stres berlipat-lipat, hahah sampai terserang penyakit sakit kepala yang datang tiba-tiba, akhirnya saat kemenangan itu tiba.

Pengerjaan TA sendiri sudah mulai berbulan-bulan lalu sejak Agustus, heheh masih ingat saat pertama kali mengetuk pintu ruangan Bu Nana (dosen pembimbing saya tercinta) untuk melamar (halah emang apaan?) beliau menjadi dosen pembimbing saya. Saat itu saya hanya bisa berjalan bolak-balik di depan pintu beliau, tak berani mengetuk, yang saya takutkan saat itu adalah bagaimana kalau si ibu menanyakan “Bahan apa aja yang sudah kamu baca?” atau “Kamu udah ada judul TA?. Dan beberapa pemikiran aneh dan berlebihan lainnya yang membuat saya nampak seperti setrikaan, mondar-mandir di depan pintu beliau. Yang saya tahu saya tertarik pada topik tentang gugus galaksi, tapi berhubung selama kuliah saat itu saya ndak terlalu tahu tentang obyek itu, jadinya blank ketika ditanya lebih detil tentang apa yang mau dikerjakan di TA.

Setelah mengumpulkan keberanian (dengan menstimulasi pikiran bahwa hal ini tidak akan menyebabkan kematian hehehe) akhirnya saya mengetuk pintu ruangan dan dijawab dengan suara merdu si ibu. Setelah berbicara beberapa menit, dengan mudahnya beliau memberikan petunjuk dan beberapa bahan bacaan yang akan menuntun saya untuk memilih topik yang lebih sempit lagi. Langkah awal yang bagus heheh, belum tau ternyata setelah membaca bahan2 yang diberikan si ibu saya jadi tambah bingung. Hwee tidak menyangka bahwa topik gugus galaksi menjadi selebar dan seluas itu.

Bulan-bulan kemudian saya masih disibukkan dengan mencari pekerjaan apa yang bisa saya kerjakan dalam Tugas Akhir ini. Sampai akhirnya baru bisa mengadakan seminar pada bulan Maret tanggal 27 dan dilanjutkan dengan sidang tanggal 26 Juni 2007.

Hal yang paling saya ingat adalah bagaimana semester kemaren menjadi semester yang paling berat dalam studi saya di astronomi, dengan tugas Pengantar Instrumentasi Astronomi yang walau hanya diberi satu tugas saja yakni Karakterisasi Kamera CCD sudah menjadi kerja rodi tersendiri (anak-anak astro yang pernah ngambil kuliah ini pasti ngerti yang saya maksud hihi), belum lagi tugas Astrofisika Relativistik, mencoba menurunkan ulang persamaan gelombang gravitasi sampai pada persamaan pergeseran partikel yang dilewati oleh gelombang tersebut. Saya ingat tugas itu molor melebihi deadline sampai akhir semester, saking buta dan muak dengan tensor haha (pada saat pengerjaan sih). Hanya tugas mata kuliah Ekstra Galaksi yang saya kerjakan dengan semangat sebab sedikit banyak berhubungan dengan TA saya.

Namun setelah semua badai itu berlalu, saya jadi merindukan saat itu. Saat ketika saya tidak bisa tidur karena memikirkan cara lain untuk mengerjakan TA atau rumusan lain untuk mengerjakan PR dan tugas. heheheh rasanya otak ini jadi bekerja lebih giat karena ada tantangan. Tapi kalau ditanya “kalau gitu mau dong kembali ke masa-masa itu?” , dengan pasti saya menjawab tidak, hahah, hanya untuk dikenang tidak untuk dijalani kedua kalinya. Saya pikir ini saatnya mencari tantangan baru, supaya otak tidak tidur dan ada yang dipikirkan.

Nah sekarang saatnya menikmati liburan, sebelum kembali ke Bandung dan memulai kegiatan. Satu misi sudah selesai, Yihaa!! sebelum datang misi lain, nikmati dulu misi santai saat ini hihi.

Untuk teman-temanku yang sekarang sedang stres mengerjakan Tugas Akhir atau juga kuliah tetap semanga Bro, Sis!. You know that the time will come hehehe…

oia nambah tips, selama TA jangan lupa tetap refreshing, seperti saya yang masih sempat2nya mengerjakan draft TA yang sudah deadline dengan menonton Avatar the Legend of Aang sebanyak 1 season dan beberapa film lainnya hehehe.

« Older entries