Move2

•May 28, 2009 • 1 Comment

Yah daftar buku yang selesai di baca bulan ini,

1. Genetics Gods, fiuuuh selese juga baca ini buku. Komentarku : menarik! menarik karena bidang yang dibahas mencakup genetika dan konsekuensi moralnya. Butuh waktu lama untuk membacanya walau pake Bahasa Indonesia, susah banget bahasanya, selesai dalam waktu 3 bulan. Worth to read!

2.Maryamah Karpov, selesai dalam tempo 12 jam. Yaps2 buku penulis Indo yang worth to read.

3. Digital Fortress, english edition, selesai dalam tempo 10 jam. Pas ngebacanya jadi keinget kumpulan novel Agatha C. Bedanya tokoh antagonisnya udah ketebak sejak 1/3 novel ini kubaca.

Sekarang lagi nyelesain Empire of the Starsnya Arthur Miller. Mengisahkan saintis yang “kurang ajar” wkwkwkwkwk. Contohnya si Fritz Zwicky yang punya ungkapan menarik  ’spherically bastard’, means they  bastard no matter the direction you see them. Genre buku yang kusuka tentu, karena kita kenal para ilmuwan dari sisi manusiawinya disertai sejarah perkembangan pengetahuan manusia. Tentu ini menjadikan sejarah jadi topik favoritku hahahahha.

Buku yang pengen dipunya, Witch from Portobello by P. Coelho dan Darwin and design : does evolution hve a purpose? by M. Ruse. Yang terakhir ini sepertinya bisa berbagi denganku tentang pertanyaan2 yang ada dalam kepalaku ketika membaca Genetics Gods.

Lamunan cuci baju…

•May 14, 2009 • 9 Comments

Yap yap yap ini dia ikhtisar hasil lamunan sewaktu saya sedang mencuci baju, sambil mengucek kerah, lumayan kan jika bisa mendapatkan kesimpulan. Seusai membaca Genetics Gods dari Bapak Avise jadinya melamun dan berpusing-pusing ria. Bener-bener jadi kagum dengan genetika manusia. Blue print yang tersimpan dalam sel nutfah untuk kemudian berlanjut dilimpahkan ke generasi selanjutnya. Isn`t that wonderful? Komponen karbon yang melampaui perjalanan semenjak bintang generasi pertama hancur dalam ledakan supernova untuk memperkaya materi antar bintang. Disusul dengan oksigen dan nitrogen. Bersiklus terus dalam materi antar bintang, mengikuti hukum fisika dan kesunyian semesta sambil terus sibuk berproses. Belasan miliar tahun kemudian dengan kemurahan hati Semesta membentuk rangkaian asam amino. Dikodekan dalam baik dalam ikatan dobel heliks yang nantinya akan membentuk sebuah individu baru yang terhubung satu sama lain. Baru karena setiap individu tidak memiliki urutan genom yang sama persis namun cukup seragam untuk mengatakan bahwa manusia sebenarnya tidak sedemikian bedanya dengan manusia yang lain untuk membeda-bedakan manusia dalam ras.

Secara objektif buku Genetic Gods benar-benar rasional dan berusaha menunjukkan bahwa campur tangan tuhan-tuhan Genetis adalah lebih besar dibandingkan dengan Tuhan supernatural (meminjam istilah si penulis, tapi saya lebih suka menyebutnya Tuhan) dalam menentukan nasib manusia. Takdir-takdir genetis nampaknya telah paten ada dalam gen-gen manusia yang tentu akan menentukan apakah si individu meninggal dalam usia muda karena kesalahan genetik yang diekspresikan dalam kesalahan metabolisme atau berumur panjang. Apakah si manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi homoseksual atau melakukan kejahatan. Saya jadi melihat manusia sebagai produk mekanistis yang disetir oleh miliaran gen-gen yang bersemayam dalam tubuhnya. Dan nasibnya telah ditentukan semenjak pertemuan sel-sel gamet dalam proses pembuahan. Hemmmm, indah nampaknya tapi tetap saja ada yang mengganjal karena ada pertanyaan yang belum terjawab oleh tuhan-tuhan gen. Ide manusia mekanistis semata membuat saya merasa ga nyaman. Setelah menyadari bahwa mungkin saja saya adalah inang yang dibajak demi keberlangsungan kekekalan si gen ooww tidak!. Apakah kita memang semekanistis itu?

Apakah manusia semata-mata ada hanya untuk melangsungkan dan melestarikan keberadaan materi genetic yang lebih dulu ada dan berhasil lolos dari proses seleksi alam sebelumnya? Apakah keberadaan manusia adalah semata-mata hasil dari proses evolusi tanpa ada campur tangan suatu desainer yang saya sebut the Divine Creator?. Si penulis menyajikan jawaban bahwa manusia ada karena seleksi alam mengijinkan spesies manusia untuk bertahan. Gen-gen yang ada dalam tubuh kita telah melewati banyak masa, banyak inang, tambal dan sulam, what for?

Salah satu misteri yang membuat saya belum menerima ide bahwa keberadaan manusia semata-mata hanya untuk melestarikan kekekalan gen adalah tentang kesadaran manusia. Jikalau keberadaan manusia hanyalah semata-mata untuk melestarikan limpahan gen ke generasi selanjutnya maka apakah fungsi kesadaran dalam pelestarian gen?. Mengapa manusia memiliki akal budi? Yang tidak membuat manusia seutuhnya bersikap seperti robot semata-mata menuruti cetak birunya. Mengapa manusia dibuat sadar akan kesadaran itu? Mengapa harus timbul pertanyaan dalam diri kita darimana kita berasal? Mau apa kita di sini? Apa pentingnya pertanyaan tadi untuk kelestarian gen?
Kenapa oh kenapa….

Nampaknya sains masih harus menempuh jalan panjang nan berliku untuk dapat menjawab pertanyaan ini. Dan tanggung jawab itu ada di pundak biologi genetika dan juga astronomi SETI, dan tentunya bidang sains yang lain seperti geologi, biokimia dkk karena semuanya berhubungan.

Pada bab-bab akhir si penulis menuliskan bahwa sedang diteliti hubungan antara gen dengan fungsi otak. Mungkin setelah seluruh gen-gen ditentukan fungsinya dalam tubuh manusia barulah kita bisa tau apakah tuhan-tuhan genetic ini memang berkuasa mutlak atas takdir manusia. Ho hohohoho, marilah kita nantikan jawabannya.
Akan sangat menarik jika ternyata nantinya ditemukan gen untuk akal budi, sehingga mungkin tanggung jawab manusia akan tingkah lakunya dapat dialihkan pada gen-gen yang beraktivitas menentukan moralitas manusia dan telah terprogram semenjak manusia lahir tanpa bisa dielakkan oleh manusia. Ini pekerjaan yang menantang namun sepadan jika manusia menemukan jawaban lengkapnya, dapat diketahui darimana manusia berasal dan konsekuensinya bagi kehidupan manusia

Proses yang melibatkan kesadaran manusia, kekuatan untuk memilih antara dua pilihan adalah proses yang luar biasa rumit (untuk dipahami manusia tentunya). Mungkin gen-gen itu punya peran namun tidak secara mutlak mempengaruhi keputusan manusia. Saya akan kecewa jika ternyata gen-gen itu mutlak berkuasa atas diri saya. Tapi lagi-lagi siapa saya? Jangan-jangan citra ego saya pun berasal dari ekspresi gen-gen dalam tubuh saya?. Mungkin interaksi dengan lingkunganlah yang lebih dominan dalam mempengaruhi manusia dalam mengambil keputusan yang secara penuh disadarinya. Atau kombinasi dari keduanya yang bermain dalam mempengaruhi kita.

Jika ditanya apakah manusia punya kekuatan memilih? Saya jawab iya. Manusia punya kekuatan untuk memilih dalam batas-batas tertentu di bimbing oleh nilai-nilai moral yang ada dalam hidup manusia. Kita tidak semata-mata pasrah pada kekuasaan tuhan-tuhan genetik kita seolah-olah kita adalah robot mekanis. Hubungan antara kesadaran dengan cetak biru manusia harus diteliti lebih lanjut untuk menjawab banyak pertanyaan di atas. Fakta yang dapat diperoleh adalah bahwa kesadaran manusia itu memang ada dan membuat kita punya kekuatan untuk memilih jalan untuk hidup kita.

When the Light cone crosses

•March 11, 2009 • 2 Comments

Wonderland gateway

Alice stand still in front of Wonderland gateway. Besides her, there is Bunny, stand and watch the glowing gateway which connects the real world where Alice come from and the world that he guards for all of this time.
“Can I stay a lil bit longer?” Alice grab Bunny`s hand and beg. There are tears in her eyes.
“No, you cant. You have to go, if you stay the magic of this Wonderland will vanish and there`s no point why we should meet in the first place” Bunny bitterly smile.
And here is the gateway finally open with thunderous sound, its time to go.
“Don’t be afraid Alice, You have your memory and memento that will always makes you remember the magic and lesson that you got while you in this Wonderland. You are brave girl!”
Unwillingly Alice headed to the gate. The gate glows brightly, in the other side of this gate is her real world, totally different with this Wonderland.
Then she recalling what Bunny said at that time when they see Wonderland parade. “Dear Alice, you shall let your past time go. Blaming yourself is not the answer. Stop saying if you were strong enough you can change that mistake, forgive yourself.”
“You are in the wonderland where we can only have this present time. You can choose to always run from your past time or face it and fully living in present time. You will learn that” Bunny hold Alice hand.
“Can I see you again Bunny, will you be around?” Alice look at Bunny and wish she can extend her time.
“ Sure Alice, when our light cone crosses each other again. Now go..” Bunny point his finger to the gate.
Strong force pulls Alice toward the gate. With one last look Alice shouted “ Bunny can you asked the Queen not to erase my memory about you?”. But the strong force attracts her inside the gate. Alice can only see Bunny smiling sad face. And everything is just bright, light is everywhere. Alice must come back to her world and leave Bunny.
“This is wonderland, where present time is the most important. Enjoy your present time as you could since the past will stay in the past and tomorrow is a mystery. I will stay in your past now. If we meet again someday we will be a different person, but that does not matter” Bunny whispered.

__ Wonderland is a magic place because its not real. You learn fully living in present, you learn to be honest to yourself. But you can not have this Wonderland forever. Since the wind always change and light cone can crosses in short time only. Wonderland will soon fade away from Alice memory but the lesson she learns will always imprinted in her brain. Alice will remember Bunny and all lessons when she see the sky, the waves, the beach, and feel the wind.

Beach of Universe

•February 22, 2009 • 4 Comments

Lagu The End of August mengalun damai di telingaku. Sungguh beruntung aku dianugerahi pengalaman bisa menuntut ilmu di Melbourne. Jika ditelusuri lagi, sebenarnya tidak pernah terpikir aku akan menghabiskan akhir tahun 2008 dan mengawali 2009 di salah satu kota di Australia, Melbourne. Sungguh beruntung aku belajar astronomi dan yang lebih penting lagi adalah belajar tentang hidup.

Lesson 1
Memandang diriku di kaca dan berpikir, akankah mereka memandangku aneh karena aku memakai kerudung? Akankah aku memandang diriku aneh karena berkerudung?. Merasakan pengalaman menjalani kehidupan muslim di negeri yang mayoritasnya non muslim. Membuka mata dan pikiranku tentang bagaimana sebenarnya diriku selama ini berislam. Kasihilah sesama manusia, bukan demikian? Islam mengajarkan untuk berbuat baik.  Mereka hanya tidak tau tentang Islam dan aku juga tidak lebih baik pemahamanku tentang sesuatu yang aku anut. Dan sedikit banyak itu adalah salah ku sebagai umat, karena potret terdekat tentang Islam adalah cerminan kelakuan umatnya. Kebencian kadang timbul dari ketidak tahuan dan buruk sangka. Jika saja kita mau bertanya dan mencari tau. Maka sebenarnya tidak demikian. Memompa semangat ku untuk belajar lebih banyak lagi tentang agama yang aku anut.

Lesson 2
Mari kita sebarkan cinta dan bukan benci. Memang sih ada orang yang bener2 jahat dari niatnya. Jangan kuatir, kalo suatu saat ada orang yang berbuat jahat karena niat, kita bisa membela diri kita sendiri bukan? Sebelum saatnya anggaplah semua orang baik, dan jika mereka berbuat jahat maka anggaplah mereka tidak tahu. Jika tetap saja jahat hihihihi, mari kita lindungi diri kita sebaik mungkin.

Lesson 3
Mari lepaskan diri dari ketakutan, nikmati petualangan yang ada di depan kita. Pergilah ke tempat2 baru yang belum pernah engkau datangi. Temuilah orang-orang baru yang menyenangkan. Jangan terikat pada suatu tempat, karena kita adalah pengembara kehidupan. Jika kita terikat pada suatu tempat maka akan ada banyak tempat yang tersia2kan. Ambilah pelajaran sebanyak-banyaknya dari suatu tempat, dari seseorang  sebelum dirimu berpindah ke tempat lain. Syukuri semua anugerah yang engkau temui dalam perjalananmu. Semua tantangan, cobaan akan membuat kita lebih kuat saat kedua kali kita mengalami tantangan yang sama. Beranilah berpetualang. The road that you are passing through have sign, just be patient to look for it.

Lesson 4
Teruslah belajar. This universe is a grandeur classroom, so use every chalk and every piece of paper that you can find and learn as many thing as you can grasp. Every time you close to give up, just say hold on a lil bit longer.

3 minggu lagi semuanya akan berakhir, tapi aku tau sepulang, aku adalah pengembara, menyusuri satu pantai ke pantai lain. Pantai tempat di mana aku mengamati miliaran butiran pasir. Mendengarkan, mengamati, dan memahami. After all I am only little girl wandering around like free particle who loved to stop on beach of universe she ever pass by and play around with the wave and sand. Thanks to Divine Creator and every whoever, whichever, whenever people, particle in all causalities link for who I am now.

My trip to Geelong (Bear-kun`s Journal)

•December 25, 2008 • 6 Comments

Yeah, I am kind a stuck on my room, so one day I ask Ainil to take me wandering around Melbourne ey. This Chrismast day, Connex kindly make all the transportation which run today free for all passenger, so I said to Ainil, “Why dont we go somewhere out of Melbourne?”. She said “Well, okay, I am bored as well, I plan to join other Indonesian student to go to Ballarat, what do you think Bear?”.

“Well, lets see, ummm, naaa, just go to another direction, what about beach? it sunny day right? It must be nice hanging around the beach”.

“To geelong you mean Bear, but I will go alone then?, “Yes Geelong is free today, you have me Ainil dear so just go, be less worry about anything today okay, I will guard you”. Even though it seem that me, Bear-Kun who need to be taken care of, but confidently I just say that to her, all I want is we can spend some time together and have fun.

So here we were, on Southern Cross station waiting for “yeah free-train” today. I asked Ainil to take our picture and kindly share it to you dear reader. Sadly, Ainil only gave me little portion of the frame. I wish I can grow taller a little bit.

Me and Ainil

Me and Ainil

So after hop on the train, Ainil insist to keep me inside her bag, I dont know why, probably she was embarrassed. Huh, I wish I am not that pink and cute, hehehe, but thats fine, I can stand for being kept inside the bag. After all, we will go to the beach.

After one hour ride, we arrived at the beach, it turn out not only me and Ainil, we have lovely companion, they are Geelong first timer like us. Well, as what I understand, Ainil got along with them very well. They are Indian women and men, Joanna and Xavier. They treated Ainil very well, kindly share food and eat together.

As what I thought, Universe always unfolding whether we realize or not. Kindly reserve companion along the way we travel, so we know that we are not that lonely actually.

Geelong beach, yeah, it was very far from what I imagine before, I was expecting something more natural. But as you shall see from the picture that I told Ainil to take, Geelong is not that natural, so many facilities and well developed. I know Ainil was a lil surprise, since she was expecting a little hiking here and there, everywhere. But over all, Geelong is worth to see. You can do some jet skiing there (if it is not Christmast, I am sure I will take some ride on it. I think they should have free program for Bear ey?).

I never thought that the sea could be so beautiful

I never thought that the sea could be so beautiful

Taking care of each other

Taking care of each other

It is nice to know that Geelong is not really quiet, many people, especially those who do not celebrate Christmast, come and gather with their family. Some of them already prepared with full set of Barbeque stuff. Name it, you will find chicken, beef, ham? is there any? Well i did not remember. I just stay inside Ainil bag before she let me out pfff.

One thing that I remember about Geelong is, there are so many beautiful birds, even they deaf I think. Because when I tried to say hello, to be polite actually, and trying to ask what are they doing on Geelong, they just keep saying something that I do not understand. You birds!..

Why are birds so stupid?

Why they do not answer back at me? (Poor bear, he just did not understand)

After wandering around for an hour, it is the time to go back to city. Geelong is nice. Worth to see at least for me, but I know Ainil need some more adventurous activity. I think she already start to search for another one. I must make sure that she will take me to another trip.

Way back home..

Way back home..

“So where do you think we can go to next time Bear” Ainil asked. “Well let see” I replied. Maybe another beach, or Ballarat, or maybe historical museum near by? (Bear mumbling)

This is my own, and only my own

•December 23, 2008 • 1 Comment

Yup, this dream is mine only. Why you expecting others will care about it? Or why must share this burden to the others as well? Come, lets stand up, you must fight for it, if its not you, who else then?

(To Nara : I understand that hehehe, so lets fight bro!)

Song of the Earth

•December 19, 2008 • Leave a Comment

ULTRA is my favorite band, still until now. Despite the fact that they only have one album. Their song is not only about sappy love things. They also talk about life after death and the loneliness human who miss their earth badly.

Let sing together, this below song is New Dimension…

No Place Like Home

Now we’re sitting on a star
Heaven knows where we are I
It’s all wonderful so far and everything good happens
Now I’m sitting much too far to see how beautiful you are
To touch your skin, to fall in love with everything that happens

And now I know there is just No, no, no, no, no place like home
Oh come on, come on now (Yeah,yeah, yeah, yeah) Take me home (Can you hear me?) Beam me up then put me back down
Safe upon a planet that I know
I want to hear the thunder crashing down
To see the rain, to feel the breeze
Planet Earth, I am missing you
Upon your land is where I wanna be
It’s everything I have been looking for
Perfection for beyond my dreams
And now it’s here and will be forevermore
I just need something to come and bother me

Touch her and feel the grandeur of everything. You can see her within you, upon everything. No direction of preference. Nothing is inside and out. You and her just one, unfolding together such a beautiful dancing. Language without word and expression.  Sometimes you keep her too deep inside yourself, and you see nothing except yourself. Wandering along search fulfilling your dream. Soon you will remember, she is just as important as you.

Lets the thunder, breeze, fire and memory be alive again.

Supercool!

•December 17, 2008 • 6 Comments

Yeah that is what I feel. This project is supercool, for me. Eventhough it is just three months project, but I can feel that I will learn a lot from this. Running simulation on Supermassive Black Hole formation. I am trying to grab the whole idea, why it is important? what part of the scheme it playing it roles for the whole grand picture of the galaxy evolution? what is the correlation from SMBH grows to the properties of the host galaxie? what observables we can predict from this. Why? What? How?…

Hopefully I will get what I am searching for when I choose this topic, get to know wiht simulation, the choosen assumption, why we choose it, the implications of it, familiar with programming environment. It will hard at first, as what my supervisor told me, but it is always worth it. I really like it. Intoxicating my brain with whole idea. Everytime I discuss with my supervisor it is kind a the problem become simpler and complicated in same time.

Yosh! Lets learn, afterall I am just little girl wondering about this Universe, so be patient Ainil. One step at the time….

Travel by Myself to Melbourne

•December 17, 2008 • 3 Comments

Voila!

Dan beginilah, perjalananku menuju Swinburne University, Melbourne, Australia pun dimulai. Kesibukan sudah terasa semenjak pengurusan visa. Bolak-balik menuju Jakarta, kota yang notabene tidak saya sukai untuk berkunjung. Tapi mengingat akan berharganya pengalaman yang saya dapat semangat pun tetap membara.

Hari 1.
Sampai di Melbourne pukul 09.00 waktu setempat, kira-kira 4 jam lebih awal dibanding WIB. Ada teman seperjalanan dari Bali yang paling tidak bisa jadi teman bercerita. Dari Tullamarine airport perjalanan dilanjutkan dengan Skybus menuju stasiun Southern Cross. Saya pun berpisah dengan teman baru saya di stasiun ini. Perjalanan selanjutnya berlanjut menuju guesthouse yang telah dibooking sehari sebelumnya. Claremont gusethouse yang terletak di Toorak road 189. Hanya kamar biasa yang dilengkapi dengan TV dan pemanas ruangan dengan kamar mandi shared yang tentu hanya ada tissue toiletnya (saya menertawakan diri saya sendiri waktu pertama kali kesulitan menggunakannya, semenjak itu bertekad tidak akan menggunakan tissue toilet, menurut saya sih jorok :P ).
Saya berencana hanya menginap semalam di tempat ini. Tertidur sebentar untuk selanjutnya saya terbangun dan ingat mesti berkeliling2 kota mencari rumah yang akan saya tinggali sementara selama saya di Melbourne.
Kekuatiran muncul, karena notabene saya sendirian dalam perjalanan ini. Tidak ada kenalan atau teman yang saya bisa kunjungi di Melbourne. Orang Indonesia si banyak, tapi ya nampaknya tidak semua orang Indonesia itu ramah wkwkwk. Tapi berbekal dengan pesan yang saya sering dengar dari seorang motivator (intinya keraslah pada diri anda agar alam lunak kepada anda) saya pun berangkat menuju Blackburn North naik kereta dari South Yarra stasiun berbekal dengan alamat yang saya peroleh dari pemilik rumah yang saya kontak dari sebuah situs pencarian flat.
Sesampainya di stasiun Blackburn, ternyata bus yang mestinya mengantar saya baru ada satu jam lagi, karena hari itu hari minggu jadwal bus lebih jarang. Saya memutuskan untuk menelepon si pemilik rumah, mbak Ruby Vuong namanya. Disambutnya saya dengan ramah olehnya dan berjanji akan menjemput saya dari stasiun segera. Dan benar, keramahan itu terasa saat saya bertemu dengan mbak ini. Dia orang vietnam ternyata yang sudah jadi penduduk asli Australia. Setelah berkeliling2 rumah dan melihat2 akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di tempat ini. Lokasinya tidak sebegitu jauh dari Glenferrie stasiun sekitar 15 menit naik kereta dengan harga sewa yang 135 AUD per minggu (muraaaah! dah termasuk tagihan listrik, air, dll).
Begitu baiknya mbak ini dia membuatkan saya sup ala vietnam dengan mie. Pokoknya bersyukurlah, karena selera makannya hampir mirip (asia gitu :d), suka yang pedas2. Mbaknya juga sempat mbuatin segelas coklat hangat. Bener2 Allah itu sebaik2nya penjaga dikirimkannya banyak penjaga dan penolong yang membantuku (Terima kasih juga untuk mama atas doanya dan doa teman2ku semua di sana). Hari pertama dilewatkan dengan menyenangkan. Sempat nonton Big Bang Theory yang season 1 yang disiarkan lewat stasiun TV.
Yup cerita hari ini berakhir di sini, saatnya tidur.

Special Thanks to
1. Ibu Premana W. Premadi, atas dukungannya baik secara moral dan finansial, membuat perjalanan ini jadi mungkin. Ibu benar2 orang yang baik, semoga Allah membalas kebaikan ibu dengan berlipat2 kebaikan, amin.
2. Tofan Fadrianysah, makasih ya buat dukungan ma kesabarannya menghadapi daku yang rada stress waktu mau berangkat :P .
3. Keluargaku, terima kasih Ayah, Mama, adek2ku yang tersayang atas doa dan dukungan.
4. Muhammad Ade Hidayat, karena menemaniku selama aku ngemper di Jakarta hehehe.
5. Mbak Onah, Evan, Irma, Tari, Denny buat dukungannya.
5. Untuk perawat RS Advent, petugas pengurus visa, bapak delivery service yang membayari makananku 600 rupiah (maaf paak…).

kecanduanku

•September 1, 2008 • 10 Comments

wuhuhuhuhu, yap teman2 saya baru sadar ternyata saya punya bakat kecanduan. baru seminggu kemaren saya sadar.

saya kecanduan baca buku, parahnya adalah begitu mulai membaca, saya ga akan berhenti sampai buku itu habis, walaupun kepala dah pusing dan perut lapar minta diisi. ckckckck, kemaren, bener2 kemaren aku beli buku Middlesex nya Jeffrey Euginides. Dan dengan suksesnya buku itu kulahap habis sampai malam ini. Padahal tebalnya sekitar 800 halaman. Sudah sering kayak gini, kebiasaan buruk nih. Masalahnya banyak kerjaan lain yang jadi terlantar, seperti mencuci baju misalnya, atau menyelesaikan tugas lain yang lebih penting. Dulu pernah kejadian hampir gagal ujian karena lebih mentingin nyelesain baca buku daripada belajar buat ujian. ckckckck, harus mulai menahan diri nih. Makanya dulu ga mau beli buku kalo pas lagi ujian soalnya ga bisa menghentikan  sampai buku itu habis terbaca.