Apa yang aku pelajari dari Astronomi

Well aku belajar tentang prinsip dasar fisika, listrik magnet, mekanika, tensor , persamaan diferensial, evolusi bintang, tata surya, juga kosmologi. Tapi sebenarnya lebih dari itu astronomi dan cabang sains yang lain membentuk karakter orang yang mempelajarinya. Dan tahukah teman, setelah aku amati dan rasakan, astronomi adalah ilmu yang mengajarkan kami bagaimana bersikap rendah hati. Jadi kesimpulannya astronom adalah orang yang rendah hati, bagaimana tidak, setiap hari mereka berurusan dengan benda-benda yang berskala sangat besar, skala tahun cahaya yang tidak terbayang dalam kehidupan manusia sehari-hari. Lingkup obyek yang tidak akan pernah bisa manusia sampai ke sana dengan kemampauan wahana yang dimiliki saat ini. Sebenarnya nggak cuman ngurusin hal yang kecil, astronomi juga membahas dunia yang sangat amat kecil yang juga tidak terbayang dengan manusia. Dunia fisika partikel yang juga mengajarkan manusia bahwa kita belum boleh jadi sombong dengan ilmu yang kita punya.

Teman-teman astronom tentu merasakan sendiri bagaimana butuh usaha berabad-abad untuk mempelajari alam semesta ini, bagaimana mereka berevolusi, berubah terhadap waktu.
Hal lain yang juga aku simpulkan adalah astronomi lingkungan kerja yang menyatukan umat manusia di dunia. Bekerja sama dengan bangsa lain bukanlah hal yang asing, nggak peduli apakah dalam sisi politik suatu negara sebenarnya adalah lawan, astronomi mengajarkan perdamaian. Jadi ingat dengan perkataan seorang dosen, mari kita sebarkan misi perdamaian melalui astronomi. Nyangkut ke topik perdamaian ini sebenarnya karena nonton cuplikan klip pale blue dot dari Carl Sagan. Di sana di bahas tentang seberapa kecilnya bumi dilihat dari wahana angkasa yang sampai di Saturnus, misi Cassini kalo ga salah. Kecil tapi juga besar bagi manusia yang mendiaminya. Hehehe, rada ironis sebenarnya ngeliatnya, Bumi yang kecil, indah dan nampak damai jika di foto dari luar angkasa tapi bumi yang sama yang juga terjadi perang di atasnya karena perbuatan manusia. Bumi yang keliatan satu, ternyata dihuni oleh manusia yang berkonflik tiap hari. Manusia yang sama yang juga merusaknya dengan emisi karbon dan penebangan hutan secara liar (ngomong-ngomong australia udah menandatanganin protokol kyoto lo!, tinggal amerika doang, hidup perdana menteri baru australia! heheheeh). Balik ke pembahasan, setiap ilmu akan membentuk karakter manusia yang mempelajarinya. Hal ini juga menjawab pertanyaan teman yang beberapa tahun lalu bertanya, “Buat apa belajar astronomi?, kan masih banyak yang bisa di amati di Bumi ini?”. Saya termasuk orang yang percaya bahwa setiap hal walaupun kecil selalu berkaitan. Belajar astronomi juga belajar tentang diri kita , manusia. Jadi kesimpulannya, astronomi mengajarkan kepada kita untuk menjadi rendah hati dan bekerja sama dengan sesama umat manusia dengan damai.

~ by cyveir2219 on December 6, 2007.

12 Responses to “Apa yang aku pelajari dari Astronomi”

  1. He ‘eh Nil
    Aku juga
    Setiap mempelajari sesuatu yang baru
    apapun itu…
    jadi berpikir bahwa ternyata ilmu kita itu masih cethek banget
    dan harusnya, untuk menambah dan meresapi ilmu itu,
    kita juga harus lebih deket kepada Tuhan, sumbernya ilmu….

    Kemaren ditanyai sama adek kelas, kenapa kok muatan yang berlawanan saling menarik dan muatan yang sejenis saling menolak. Manusia udah bikin aplikasi canggih dari fenomena itu : superkomputer, gadget2 canggih, dll, tapi ternyata belum ada ilmuwan yang bisa jawab pertanyaan itu secara pasti. hahaha..cethek banget ya, ilmunya manusia itu?

    yup bener ma, kadang mikir betapa luasnya alam semesta dan betapa sedikit yang kita tau. weleh2 kayaknya kalo mau jawab itu mesti pergi ke fisika kuantum yak?

  2. Punten mbak ainil, numpang mbaca dan menulis ya mbak :)

    “What I’ve always believed is that when you have a better understanding of nature, what you see is a much deeper level of beauty and esthetics. You’re privileged with a much richer experience of being alive. This is what I’ve always told my students.” -Michael Salamon-

    Bapak ini adalah salah satu pejabat di gedung putih yang mengurusi kebijakan pemerintahan Bush dalam hal sains dan teknologi. Latar belakangnya adalah lulusan berkeley (astronomi). Bapak ini mengomentari puisinya pak Walt whitman yang judulnya : “When I heard the Learn’d Astronomer”. Secara garis besar puisinya berisikan pengurangan arti keindahan alam oleh ilmuwan menjadi keindahan yang lain (gambar, tabel, grafik, matematika), cuma masalahnya tidak semua orang bisa memahami arti keindahan yang terakhir disebutkan.

    Matur nuwun, punten kalau ada salah tulis.

  3. Punten nambah lagi,

    inti dari komentar saya mengenai postingan mbak ainil ini adalah kalimat : “What I’ve always believed is that when you have a better understanding of nature dan lanjutannya You’re privileged with a much richer experience of being alive.”

    Nuhun

  4. @mas dading

    heheheh, iya mas, yang dikatakan ama mas dading itu saya rasakan juga. keindahan langit malam yang saya rasakan dulu waktu saya masih jadi anak SMA dengan sekarang setelah di S1 berbeda. Kalo pas waktu masih anak2 dulu, langit indah dari yang nampak langsung oleh mata, kalo sekarang indah setelah diajari apa yang ada di balik keindahan itu sendiri.

    Kadang itu yang jadi motivasi saya mas, kalo pas lagi pusing2 ngeliat persamaan matematika dan fisika, menurut saya sebenarnya mereka indah kalo dilatar belakangi dengan pemahaman fisisnya hehehe. Kearifan yang ada di balik ilmu-ilmu itu juga tidak kalah menyenangkan.

  5. wah brow…
    bener juga sih…..
    astronomi mengajarkan kita untuk rendah hati….
    tapi itu kan manfaat secara tidak langsung aja brow…
    klu manfaat langsungnya gimana..?
    ya contohnya yg bisa kita rasakan lansung gitu dalam kehidupan kita….
    soalnya pening juga mempelajari apa yg gk akan pernah kita sentuh…
    apa lagi astronomi hanya berdasarkan observasi..
    bukan seperti ilmu lain seperti fisika, kimia, biologi yg berdasarkan eksperimen…
    jadi kesannya ini hanya suatu kebutuhan berfikir..
    gk da manfaat kongkrit nya gitu ..
    hhehehe…….
    di balas ye…

  6. gini bro, kalo manfaat langsung yang bro maksudkan adalah seperti penemuan energi nuklir di fisika, jaringan listrik di elektro, maka dengan jujur saya katakan astronomi tidak bermanfaat seperti itu. kan kita nggak belajar bintang untuk dijadikan sebagai sumber energi alternatif misalnya.
    manfaat yang diberikan oleh astronomi bersifat tidak langsung namun tidak kalah pentingnya. astronomi itu laboratorium alami dimana banyak peristiwa terjadi dengan kondisi yang tidak mirip di bumi. banyak terobosan bidang lain yang juga ditrigger oleh kebutuhan di astronomi. seperti misalkan optik, perkembangan kamera digital kan juga karena kebutuhan di bidang astronomi dan juga militer saat itu.
    begitu bro, mungkin jawabannya tidak seperti yang diharapkan. perkembangan ilmu sains dan teknologi memang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. heheheh

  7. Menurut hemat saya pemahaman yang mengatakan bahwa science dan teknologi (teknik di indonesia) adalah dua hal usaha manusia yang terpisah kurang baik. Dan di negara berkembang biasanya anak-anak teknik merasa lebih daripada anak-anak sains (tah pa pa).

    Saya ingat slogan seperti ini “Today’s Science — Tomorrow’s Technology” keduanya berhubungan. Seperti mbak ainil bilang dalam teknologi optik, material, fiber optics, internet, imaging di dunia medik, yang paling baru saya ketahui adanya grid computing dan masih banyak contoh lainnya semuanya mempunyai bibit yang muncul dari laboratorium-laboratorium sains kemudian teman-teman di lab industri ataupun pemerintah atau pribadi mengembangkannya lebih lanjut.

  8. Ada tambahan sedikit, dan ini merupakan sebuah link jadi mudah-mudahan berkenan untuk menuju ke alamat website yang saya tuliskan berikut :
    http://abstrusegoose.com/62

    Kartunya membuat saya tersenyum :)

  9. yes mas dading heheheh, terima kasih buat sumbangan tulisannya heheheh, buat mas indra apa masih ada yang pengen disanggah? ato mungkin ada masukan lainnya, dengan senang hati saya menerima.

    btw mas dading, kartunnya buat saya tertawa, rada miris juga tapi, apakah pandangan itu mewakili pandangan sebagian manusia? heheheh, wanda ya. btw mas pernah dulu bu nana pernah cerita mengenai salah seorang kawan beliau yang seorang saintis dan merasa seperti kaisar nero yang sedang bermain biola di istana sedangkan seluruh kota hangus terbakar. dulu pernah ngerasa kayak gitu, tapi sekarang ga lagi, karena ilmu pengetahuan memberikan sumbangsih yang besar buat peradaban umat manusia dan tentunya untuk manusia yang mempelajari itu sendiri tentunya.

  10. Sebelum jadi mahasiswa, bagiku langit malam begitu indah. Tapi setelah pernah jadi mahasiswa, hal itu tidak menarik lagi. Malah jadi pusing. Hehe, maklum.

  11. Mbak ainil, punten, yang double post komentar saya yang satu dihapus saja :) nuhun. Dan apakah ada kabar baik mengenai aplikasi sekolah yang boleh dibagi? :)

  12. di indonesia, astronomi tidaklah sepopuler ilmu lain. dengan mempelajari astronomi, ada kewajiban buatku untuk mempopulerkannya ke masyarakat, dengan kata lain, pengabdian kepada masyarakat. sejauh ini, pengabdian ini jadi salah satu alasan yang membuatku menyenangi astronomi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.