Here I am

Here I am, this is me, I come to this world so wild and free. Here I am so young and strong, right here in the place where I belong. Its a new world, its a new start. It a life with the beating of a young heart. Its a new day in a new land. And its waiting for me. Here I am….

(OST Stallion of The Cimarron)

Entah kenapa lagu di atas selalu terngiang dalam telingaku, setiap kali aku mengayuh sepeda menuju rumah atau sebaliknya menuju kampus. Melewati jalan Wassenaarse yang berpohon tinggi menjulang, melewati padang rumput dekat Rijnfront. When the wind blows and the sky is blue I feel like I am home.

Seminggu sebelumnya, ketika aku baru datang di Leiden, perasaan cemas melandaku. Di tempat asalku aku bertemu dengan banyak teman dan guru yang menyayangiku. Sekitar 6 tahun sudah aku bersama mereka. Menuntut ilmu dalam astronomi dan juga hidup. Mereka adalah keluargaku, yang aku sayangi. Ketika aku harus pergi melanjutkan perjalanan hidupku aku merasa takut dan cemas. Will i found people like them in this new place that seem cold. Aku adalah satu2nya perempuan berkerudung, ada pertanyaan dalam hatiku akankah mereka, teman2ku yang baru memperlakukanku berbeda?

Hari pertama kuliah dan semuanya berjalan baik, tidak semenakutkan yang aku bayangkan. Allah Maha Baik dan aku selalu percaya, jika kita mengerjakan sesuatu yang baik maka Allah akan selalu mengirimkan pertolongan. Banyak orang baik yang ramah dan selalu tersenyum padaku. Jika mereka bertanya tentang ku, itu artinya mereka ingin mengenalku dan itu adalah hal yang menyenangkan, jika kita bisa bertambah baik pemahaman antara satu dengan yang lain. Perbedaan kebudayaan adalah anugerah, dengan demikian kita dipaksa untuk menerima dan belajar. Ah alangkah berwarnanya kehidupan ini.

This new place start to synchronizing its energy with me, and also the otherwise. I know that this is a new place, new condition, new people that I will interact. Butuh energy awal yang besar yang dibutuhkan saat pertama kali kita beradaptasi. Itu adalah hal yang wajar. Tapi alam selalu murah hati. Yang utama adalah bagaimana kita berpikir. Ya, itu sangat berpengaruh, ketika kita memandang sesuatu sebagai hal buruk maka ia akan mewujud dalam hidup nyata. Yang terpenting adalah kita terbuka pada perubahan. Setiap kali aku takut dan ingin kembali ke zona nyamanku, aku selalu ingat pesan Santiago bahwa kita selalu bisa kembali ke tempat awal kita memulai mengejar impian, selalu bisa, tapi langkah maju ini kesempatannya hanya datang sekali, setiap langkah ke depan membawaku lebih dekat menuju impianku, aku ingin menjadi seorang ilmuwan, tidak hanya bergulat dengan angka tapi juga belajar tentang diriku. Perjalanan mengejar impian adalah perjalanan yang akan memperkaya dirimu. Banyak petualangan yang menanti kita di sepanjang perjalanan. Tidak selalu menyenangkan memang, akan ada banyak tantangan dan halangan, tapi ingatlah bahwa dirimu sedang mengejar impianmu, panggilan jiwa yang tidak dapat dipungkiri lagi. Jatuh berkali-kali, bangkit berkali-kali. In the end you will face this world and yourself, say that there is nothing that you regret since you are following your heart.  This life is wonderful. The strongest enemy reside within yourself.

Allah terima kasih telah menanamkan cinta pada astronomi dalam diriku, karena cinta itulah yang membawaku menemui banyak orang-orang yang sayang padaku, yang mengajarkan ku banyak hal, cinta itulah yang membawaku dalam petualang seru ke berbagai benua. Bertemu banyak orang baru, cerita baru, budaya baru. Allah terima kasih telah menguatkanku selama ini lewat banyak tanda yang Engkau kirimkan. Terima kasih telah menjadikanku seorang Ainil Syalvianty Abdullah.

~ by cyveir2219 on September 8, 2009.

One Response to “Here I am”

  1. semsngst3x belajarnya..:D

Leave a Reply