This is my own, and only my own

•December 23, 2008 • 1 Comment

Yup, this dream is mine only. Why you expecting others will care about it? Or why must share this burden to the others as well? Come, lets stand up, you must fight for it, if its not you, who else then?

(To Nara : I understand that hehehe, so lets fight bro!)

Song of the Earth

•December 19, 2008 • Leave a Comment

ULTRA is my favorite band, still until now. Despite the fact that they only have one album. Their song is not only about sappy love things. They also talk about life after death and the loneliness human who miss their earth badly.

Let sing together, this below song is New Dimension…

No Place Like Home

Now we’re sitting on a star
Heaven knows where we are I
It’s all wonderful so far and everything good happens
Now I’m sitting much too far to see how beautiful you are
To touch your skin, to fall in love with everything that happens

And now I know there is just No, no, no, no, no place like home
Oh come on, come on now (Yeah,yeah, yeah, yeah) Take me home (Can you hear me?) Beam me up then put me back down
Safe upon a planet that I know
I want to hear the thunder crashing down
To see the rain, to feel the breeze
Planet Earth, I am missing you
Upon your land is where I wanna be
It’s everything I have been looking for
Perfection for beyond my dreams
And now it’s here and will be forevermore
I just need something to come and bother me

Touch her and feel the grandeur of everything. You can see her within you, upon everything. No direction of preference. Nothing is inside and out. You and her just one, unfolding together such a beautiful dancing. Language without word and expression.  Sometimes you keep her too deep inside yourself, and you see nothing except yourself. Wandering along search fulfilling your dream. Soon you will remember, she is just as important as you.

Lets the thunder, breeze, fire and memory be alive again.

Supercool!

•December 17, 2008 • 6 Comments

Yeah that is what I feel. This project is supercool, for me. Eventhough it is just three months project, but I can feel that I will learn a lot from this. Running simulation on Supermassive Black Hole formation. I am trying to grab the whole idea, why it is important? what part of the scheme it playing it roles for the whole grand picture of the galaxy evolution? what is the correlation from SMBH grows to the properties of the host galaxie? what observables we can predict from this. Why? What? How?…

Hopefully I will get what I am searching for when I choose this topic, get to know wiht simulation, the choosen assumption, why we choose it, the implications of it, familiar with programming environment. It will hard at first, as what my supervisor told me, but it is always worth it. I really like it. Intoxicating my brain with whole idea. Everytime I discuss with my supervisor it is kind a the problem become simpler and complicated in same time.

Yosh! Lets learn, afterall I am just little girl wondering about this Universe, so be patient Ainil. One step at the time….

Travel by Myself to Melbourne

•December 17, 2008 • 3 Comments

Voila!

Dan beginilah, perjalananku menuju Swinburne University, Melbourne, Australia pun dimulai. Kesibukan sudah terasa semenjak pengurusan visa. Bolak-balik menuju Jakarta, kota yang notabene tidak saya sukai untuk berkunjung. Tapi mengingat akan berharganya pengalaman yang saya dapat semangat pun tetap membara.

Hari 1.
Sampai di Melbourne pukul 09.00 waktu setempat, kira-kira 4 jam lebih awal dibanding WIB. Ada teman seperjalanan dari Bali yang paling tidak bisa jadi teman bercerita. Dari Tullamarine airport perjalanan dilanjutkan dengan Skybus menuju stasiun Southern Cross. Saya pun berpisah dengan teman baru saya di stasiun ini. Perjalanan selanjutnya berlanjut menuju guesthouse yang telah dibooking sehari sebelumnya. Claremont gusethouse yang terletak di Toorak road 189. Hanya kamar biasa yang dilengkapi dengan TV dan pemanas ruangan dengan kamar mandi shared yang tentu hanya ada tissue toiletnya (saya menertawakan diri saya sendiri waktu pertama kali kesulitan menggunakannya, semenjak itu bertekad tidak akan menggunakan tissue toilet, menurut saya sih jorok :P ).
Saya berencana hanya menginap semalam di tempat ini. Tertidur sebentar untuk selanjutnya saya terbangun dan ingat mesti berkeliling2 kota mencari rumah yang akan saya tinggali sementara selama saya di Melbourne.
Kekuatiran muncul, karena notabene saya sendirian dalam perjalanan ini. Tidak ada kenalan atau teman yang saya bisa kunjungi di Melbourne. Orang Indonesia si banyak, tapi ya nampaknya tidak semua orang Indonesia itu ramah wkwkwk. Tapi berbekal dengan pesan yang saya sering dengar dari seorang motivator (intinya keraslah pada diri anda agar alam lunak kepada anda) saya pun berangkat menuju Blackburn North naik kereta dari South Yarra stasiun berbekal dengan alamat yang saya peroleh dari pemilik rumah yang saya kontak dari sebuah situs pencarian flat.
Sesampainya di stasiun Blackburn, ternyata bus yang mestinya mengantar saya baru ada satu jam lagi, karena hari itu hari minggu jadwal bus lebih jarang. Saya memutuskan untuk menelepon si pemilik rumah, mbak Ruby Vuong namanya. Disambutnya saya dengan ramah olehnya dan berjanji akan menjemput saya dari stasiun segera. Dan benar, keramahan itu terasa saat saya bertemu dengan mbak ini. Dia orang vietnam ternyata yang sudah jadi penduduk asli Australia. Setelah berkeliling2 rumah dan melihat2 akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di tempat ini. Lokasinya tidak sebegitu jauh dari Glenferrie stasiun sekitar 15 menit naik kereta dengan harga sewa yang 135 AUD per minggu (muraaaah! dah termasuk tagihan listrik, air, dll).
Begitu baiknya mbak ini dia membuatkan saya sup ala vietnam dengan mie. Pokoknya bersyukurlah, karena selera makannya hampir mirip (asia gitu :d), suka yang pedas2. Mbaknya juga sempat mbuatin segelas coklat hangat. Bener2 Allah itu sebaik2nya penjaga dikirimkannya banyak penjaga dan penolong yang membantuku (Terima kasih juga untuk mama atas doanya dan doa teman2ku semua di sana). Hari pertama dilewatkan dengan menyenangkan. Sempat nonton Big Bang Theory yang season 1 yang disiarkan lewat stasiun TV.
Yup cerita hari ini berakhir di sini, saatnya tidur.

Special Thanks to
1. Ibu Premana W. Premadi, atas dukungannya baik secara moral dan finansial, membuat perjalanan ini jadi mungkin. Ibu benar2 orang yang baik, semoga Allah membalas kebaikan ibu dengan berlipat2 kebaikan, amin.
2. Tofan Fadrianysah, makasih ya buat dukungan ma kesabarannya menghadapi daku yang rada stress waktu mau berangkat :P .
3. Keluargaku, terima kasih Ayah, Mama, adek2ku yang tersayang atas doa dan dukungan.
4. Muhammad Ade Hidayat, karena menemaniku selama aku ngemper di Jakarta hehehe.
5. Mbak Onah, Evan, Irma, Tari, Denny buat dukungannya.
5. Untuk perawat RS Advent, petugas pengurus visa, bapak delivery service yang membayari makananku 600 rupiah (maaf paak…).

kecanduanku

•September 1, 2008 • 10 Comments

wuhuhuhuhu, yap teman2 saya baru sadar ternyata saya punya bakat kecanduan. baru seminggu kemaren saya sadar.

saya kecanduan baca buku, parahnya adalah begitu mulai membaca, saya ga akan berhenti sampai buku itu habis, walaupun kepala dah pusing dan perut lapar minta diisi. ckckckck, kemaren, bener2 kemaren aku beli buku Middlesex nya Jeffrey Euginides. Dan dengan suksesnya buku itu kulahap habis sampai malam ini. Padahal tebalnya sekitar 800 halaman. Sudah sering kayak gini, kebiasaan buruk nih. Masalahnya banyak kerjaan lain yang jadi terlantar, seperti mencuci baju misalnya, atau menyelesaikan tugas lain yang lebih penting. Dulu pernah kejadian hampir gagal ujian karena lebih mentingin nyelesain baca buku daripada belajar buat ujian. ckckckck, harus mulai menahan diri nih. Makanya dulu ga mau beli buku kalo pas lagi ujian soalnya ga bisa menghentikan  sampai buku itu habis terbaca.

Tali antara aku dan Ayah

•July 27, 2008 • 3 Comments

Mula pertama aku kenal lagu-lagu Ebiet G. Ade masih TK, seingatku waktu itu ada lagu tentang pohon pinus, ranting kering dan rumput yang bergoyang. Aku mendengarnya dari kaset koleksi Ayahku. Sekecil itu aku belum menaruh minat pada jenis lagu itu, yang aku suka waktu itu adalah lagu Abang tukang baksonya melissa, ama lagu Susan dan Ria Enes heheheheh.

Walaupun demikian, ingatan masa kecil itu jadi lekat dalam otakku, ayahku suka sekali dengan lagu-lagu Ebiet G. Ade. Setelah aku remaja, ingatan ini kembali disegarkan. Setiap kali kami sekeluarga pergi ke Kediri, ke rumah Mbah putri, ayah selalu memutar kaset Ebiet dalam mobil sambil menyetir. Aku duduk di bagian belakang mobil sambil terkantuk-kantuk, jendela samping ku buka lebar-lebar supaya bisa merasakan angin yang berhembus lewat di sela-sela mobil. Karena keseringan mendengar lagu Ebiet G. Ade aku mulai suka dengan beberapa lagunya, liriknya yang dalam dan menyentuh. Beberapa lagu yang aku suka aku cantumkan liriknya di sini.

Bingkai Mimpi

Dalam kepekatan mimpiku
wajahMu tersembunyi
Alam semesta, matahari, bintang, rembulan
Semua datang sujud buatMu
Menikam cinta paling dalam
Du du du du du du du
du du du du du
Dari sudut manakah gerangan
aku dapat segera mulai
melukiskan Engkau yang kasat mata namun ada
Bahkan mengalir dalam darah
Hidup t’lah kujanjikan buatmu
Garis-garis aku satukan
menampilkan watak yang beringas
Titik-titik aku kumpulkan
menampilkan rona geriap
Terlalu jauh dari wajahMu
yang agung, teduh, dan kasih
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar
Tinggal kumohon ampunanMu atas kelancangan mimpiku
Dalam kesejukan nafasMu
aku khusyuk sembahyang
Barangkali dapat kutafsirkan makna firmanMu
Peluklah aku dalam damai,
siramilah dengan cinta
Garis-garis aku satukan
menampilkan watak yang beringas
Titik-titik aku kumpulkan
menampilkan rona geriap
Terlalu jauh dari wajahMu
yang agung, teduh, dan kasih
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar
Tinggal kumohon ampunanMu atas kedangkalan mimpiku
Du du du du du du du du
du du du du du du du du
du du du du du du du
du du du du du

Elegi Esok Pagi

Izinkanlah Kukecup Keningmu
Bukan Hanya Ada Didalam Angan
Esok Pagi Kau Buka Jendela
Kan Kau Dapati Seikat Kembang Merah
Engkau Tahu Aku Mulai Bosan
Bercumbu Dengan Bayang-bayang
Bantulah Aku Temukan Diri
Manyambut Pagi Membuang Sepi
Izinkanlah Aku Kenang Sejenak Perjalanan Oh Oh Oh Oh….
Dan Biarkan Kumengerti
Apa Yang Tersimpan Dimatamu Oh Oh…….
Barangkali Di Tengah Telaga
Ada Tersisa Butiran Cinta
Dan Semoga Kerinduan Ini

Bukan Jadi Mimpi Di Atas Mimpi
Izinkanlah Aku Rindu Pada Hitam Rambutmu Oh Oh Oh Oh……
Dan Biarkan Ku Bernyanyi
Demi Hati Yang Risau Ini Oh Oh……

Lagu-lagu Ebiet adalah tali pengikat ingatanku pada ayahku. Setiap kali aku mendengar lagu-lagu ini, aku selalu teringat ayahku, yang mulai menua, dan betapa aku belum bisa berbuat untuknya. Doa-doa setelah selesai shalatlah yang selalu aku haturkan pada Allah, agar Ia menjaga ayahku supaya tetap sehat, diberkahi hidupnya dan bahagia dunia akhirat. Amin.

No Air

•July 27, 2008 • 5 Comments

Tell me how I’m supposed to breathe with no air

If I should die before I wake
It’s ’cause you took my breath away
Losing you is like living in a world with no air
Oh

I’m here alone, didn’t wanna leave
My heart won’t move, it’s incomplete
Wish there was a way that I can make you understand

But how do you expect me
to live alone with just me
‘Cause my world revolves around you
It’s so hard for me to breathe

[Chorus:]
Tell me how I’m supposed to breathe with no air
Can’t live, can’t breathe with no air
It’s how I feel whenever you ain’t there
It’s no air, no air
Got me out here in the water so deep
Tell me how you gonna be without me
If you ain’t here, I just can’t breathe
It’s no air, no air

No air, air
No air, air
No air, air
No air, air

I walked, I ran, I jumped, I flew
Right off the ground to float to you
There’s no gravity to hold me down for real

But somehow I’m still alive inside
You took my breath, but I survived
I don’t know how, but I don’t even care

So how do you expect me
to live alone with just me
‘Cause my world revolves around you
It’s so hard for me to breathe

[Chorus]

No air, air
No air, air
No air, air
No air, air
No more
It’s no air, no air

[Chorus x2]

No air, air
No air, air
No air, air
No air, air

by Jordan Sparks feat Chris Brown

Just look at the name :D

•July 2, 2008 • 8 Comments

This story took place when I and all of COSPAR 9th participants visited Tun Abdul Razak Museum in Kuala Lumpur Malaysia last June. We had approximately an hour to look around inside the museum. We had about ten participants who come from India. A debate took place when we arrive to the part of the museum which displays the Mr. Abdul Razak gift collection that he got from his best friend all over the world. I remember that there is a statue of an Archer resembling one of character in Indian legend.

At that time there was me and four of my India friend. I said ” This is Arjun right?” . All I remember about character who is an archer was Arjun. But then my friend Saurabh said ” No, this is Krisna, not Arjun”. Another friend argue that that character was Arjun because of the accesories of the statue. The debate took place, I just keep silent and listen to all of the argument which now take place between my Indian friend. Bu Endang also said that the statue was the statue of Krisna not Arjun. So now there are two groups, one said that this was the statue of Arjun, the other said that this character was Krisna because of the crown that the statue wear.

It was quite a fight, but then suddenly, the only Indian guy who just keep silent and watch the debate said calmly ” No this is not Arjun or Krisna. This is Rama”. I asked him, ” How do you now if that is Rama?. With smile Ananta explain ” Just look at the name, It is written on the statue, look it is Rama”. I walked close to the pedestal. And yes, it is written on the statue with small letter which difficult to see from a distance. RAMA. And all of us just laughing, what a thing!! The statue already has a name, and neither of the name which we suggest is its name. And the solution is so simple. Just look at the name guys!!

Kenapa begini? dan kenapa begitu?

•July 2, 2008 • 14 Comments

“Kenapa sih kamu selalu nanya-nanya, kenapa begini? kenapa ini begitu?” demikian komentar teman saya yang suatu kali saya menanyakan tujuan dia melakukan suatu hal. Dan kadang diskusi yang terjadi antara saya dengan teman saya itu berubah jadi debat kusir alias berantem, karena nampaknya dia kesal dengan kebiasaan saya menanyakan sesuatu yang bagi dia sudah jelas jawaban dari pertanyaan yang diajukan jadi ga perlu ditanya-tanya lagi. Hehehehe, mungkin sudah jadi hal yang otomatis ya bagi saya. Kebiasaan bertanya itu selalu ada jika saya rasa suatu hal belum jelas tujuan yang paling mendasarnya itu apa.

Kadang temen saya bilang, kok kamu mikirnya rumit sih? padahal bagi saya, sangat menyenangkan kalo dah menemukan jawaban ato alasan atas sesuatu walopun mungkin melalui proses berpikir yang menggelisahkan selama berhari-hari. Kadang dalam proses menemukan jawaban dari pertanyaan itu saya mengajukan solusi-solusi yang ekstrem bagi orang kebanyakan.

Satu pertanyaan yang saya tanyakan kepada diri sendiri adalah kenapa orang menikah? soalnya waktu itu beberapa teman saya ada yang menikah, dan timbullah pemikiran kenapa ya orang menikah? sebenarnya lebih tepat adalah kenapa saya menikah? bagi beberapa orang mungkin itu pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan, mungkin karena jawabannya dah jelas. tapi bagi saya? saya ga suka aja kalo jawabannya ya itu daur hidup manusia, lahir, jadi dewasa, tertarik pada lawan jenis trus menikah dan punya keturunan, hidup ampe tua trus meninggal.

Jadi selama beberapa hari saya mengajukan hipotesis buat saya sendiri. Ingat saudara-saudara ini buat saya sendiri ya.

1. Orang menikah karena pengen punya keturunan. Tapi bagi saya kalo mau punya keturunan bisa ikut  program yang minta bantuan donor sperma itu kan.

2. Orang menikah supaya punya nggak kesepian. Tapi bagi saya ada juga tuh yang cukup merasa ditemani dengan teman-teman di sekelilingnya heheheh.

3. Orang menikah supaya secara finansial ada yang nanggung (buat cewek kayaknya). Tapi kalo ceweknya dah punya penghasilan sendiri dan dah mandiri gimana?

4. Orang menikah karena butuh teman hidup. Tapi ada juga yang kumpul kebo juga dah cukup memberi solusi.

dan beberapa alasan laen yang saya lupa. Waktu itu mikirnya, wah kalo bagi saya semua dah teratasi tanpa menikah berarti ga ada alasan bagi saya untuk menikah dong. heheheheh.

Tapi bagi saya ternyata menikah adalah jalan yang saya pilih , (pilih lo ya, bukan terpaksa heheheh) karena jalan itu yang diajarkan oleh agama yang saya anut untuk bisa memenuhi sifat manusiawi entah itu karena ingin ada teman, biar ga kesepian, ato kecenderungan untuk berketurunan. Jadi singkatnya karena takut dosa hehehehe. Kalo saya ga takut ma dosa, mungkin saya milihnya jalan lain, seperti yang saya kemukakan di atas heheheh. Jadi paling tidak jawaban itu untuk sekarang memuaskan untuk saya sendiri. Tapi entah kalo nanti saya menemukan solusi yang baru, menghindari dosa tanpa harus menikah hohohoh.

Proses bertanya seperti ini kadang membuat saya terbuka terhadap pilihan-pilihan yang dipilih oleh orang laen yang tidak memilih jalan yang sama dengan saya heheheh.

Oia btw kenapa kasus yang saya angkat adalah alasan menikah? ya karena bahasan ini yang saya ingat hipotesa-hipotesanya heheeh, jadi buat pembaca jangan mikir yang iya-iya ya heheheheh.

my favorite theme song (really!)

•April 2, 2008 • 15 Comments

I just can`t  get this serial television out of my mind hahahha, I remember the dialog and from which episode this dialog take place. Love its theme song with its catchy tune. I just keep singing this song over and over in fast manner. Please, please dear reader practice singing this theme song by yourself in fast manner surely (just for those who already watch this crazy serial television) hahahaha….

This the lyrics that I hear, you can find  grammar mistake and wrong words probably.

Our whole universe is once in hot dense state, and nearly fourteen billion years it goes expansion started wait….

The Earth begin to cool the autotrophs begin to drool

Neanderthal developed tools, we build the wall

We build the pyramids. Math, science, history unraveling the mistery

and all started with the big bang. Bang!! 

sighs, still can`t get it out of my mind