Daag Addo Kids

Hiks, hari ini dan kemarin jadi hari yang sedih buatku. Daycare Faiz yang baru tiga bulan ini dimasukin harus tutup karena dinyatakan bangkrut. Padahal walau tiga bulan, aku lebih merasa nyaman dengan day care yang ini walaupun image pertama kali yang aku dapatkan kesan day care ini sedikit dibawah de Kattekop, misalkan anaknya tidur siang di kasur yang di taruh di lantai. Senengnya di sini karena jarak day carenya dekat, makanan yang disediakan halal walaupun ga ada makanan hangat seperti di de Kattekop tapi yang penting halal. Di sini juga ada tiga juf vrouw yang muslim.

Sedih, hari ini ke day care untuk mengambil pakaian Faiz. Di pintu keluar kami bertemu dengan tiga orang Juf vrouw yang sering merawat Faiz. Ada Karin, Ahlam dan satu juf lagi yang aku lupa namanya. Mereka keluar mengajak beberapa anak Addo Kids untuk jalan-jalan ke speeltuin. Kami berpelukan agak lama. Jadinya nangis deh karena walaupun cuma sebentar rasanya sudah seperti keluarga. Aku bilang terima kasih ya buat selama ini udah ngejagain Faiz.

Hal yang paling berkesan adalah saat Faiz dalam proses potty training dari Juli kemarin. Setelah hampir sebulan berusaha dan Faiz masih ngompol dan pup di celana, rasanya aku pengen berhenti potty training. Waktu itu aku bilang ke Juf Ahlam, apa sebaiknya aku berhenti saja ya pottynya. Tapi Juf bilang dengan santai kalau gapapa diteruskan saja, dan setiap kali pengen berhenti potty selalu teringat yang dibilang ama Juf Ahlam. Jadinya sedih banget, cuma tiga bulan tapi kerasanya udah seperti keluarga. Faiz juga udah mulai akrab dengan Juf dan teman-teman di Addo Kids.

Mulai senin depan Faiz bakalan di rumah dulu sementara sebelum dapat temoat di daycare yang baru. Semoga Faiz bisa ketemu ama Juf yang ini dan semoga JUfnya bisa segera dapat pekerjaan yang menyenangkan seperti di Addo Kids. Dag Addo Kids, Dag Juf, To Layer seperti kata Faiz. Wij gaan jullie missen.

Serakah

Kita hidup di  jaman dimana kita merasa berhak atas semua kebahagiaan, kekayaan dan kesehatan. Seolah-olah semua itu karena hasil jerih payah kita sendiri. Seolah-olah kita akan hidup selamanya di dunia yang fana ini.

Lupa bahwa sebenarnya harta, badan, kesehatan dan nikmat iman ini adalah pemberian dari Ar-Rahman. Oh Allah sudah jadikan hati ini hanya menghamba kepadaMu dan bukan kepada materi dunia. Hari ini saya menghitung zakat mal yang harus dikeluarkan dari tabungan. Malu, karena hati ini masih merasa berat dan merasa kalau  nominal zakat itu  terlalu besar untuk dibayarkan. Astaghfirullah. Padahal dibandingkan dengan nikmat Allah yang besar dan tiada tara, nominal ini tiada berarti. Merasa berat karena sesuatu angka, yang dihadapan Allah kecil angkanya dibandingkan cinta yang diberikan kepada kita. Dan sungguh balasan Allah lebih besar ainil.

Dan lagipula harta ini tak pernah sebenarnya jadi milik kita. Allah memberikan kepada kita untuk digunakan dijalanNya. Dan tubuh ini hanya perlu sedikit untuk benar-benar berfungsi. Keserakahan lah yang tidak akan pernah habis. Dan keserakahan ini salah satu sifat manusia yang terburuk selain sombong. O Rabb, jauhkanlah hamba dari sifat bakhil ya Allah. Malu, mau pamer kekayaan itu seperti seorang supir yang membangga-banggakan mobil majikan. Punya dia enggak, cuma dikasih hak pakai saja.

Kekayaan yang sesungguhnya adalah apa yang engkau belanjakan untuk Allah ainil. Sebaik-baik balasan adalah balasan yang diberikan oleh Allah nanti. O Allah semoga hamba bisa menghadapMu dan bertemu denganMu dengan keadaan Engkau ridho ya Allah kepada hamba. Jangan ada dosa yang tidak Engkau ampuni sebelum hamba pergi menghadapMu oh Allah.

One book which change how I live is this book, Zero Waste by Bea Johnson. There is deep philosophical meaning that resonates with me. In the past years I have been contemplating on how seem wasteful our lifestyle is. We care more about perception and forgetting about the truly meaning of life. We live a material life where consumerism is its foundation. Buy more, change fashion. Its like an endless cycle of fulfillment that  leads to nowhere. I also realize in the last two years of my Ramadhan fasting. How little we actually need. How small amount of food is actually enough to cease your hunger. How little stuff we actually need to fulfill our home.

And reading this book makes me realize that our disposable lifestyle is no longer favourable for us, human. We consume too much plastic, too much toxic, too much disposable in our life. This book challenge the view that we can continuously live this kind of lifestyle with impunity. Last 8 August is the day of overshoot day. It is estimated that we need 1.6 Earth to fulfill our need of natural resources. We have no other Earth, at least not in few century.

I recommend this book to those who needs a wake up call. Bea shares so many useful tips on how to reduce our trash volume. One  astonishing thing that Bea does is keeping her family wardrobe to the amount of a single carry one bag. I still think that is crazy if I compare her to mine.

After applying some of her tips, I notice that my household now has less trash than before. We are not aiming to zero waste yet. Our goal is to reduce plastic as much as we can. If we have a non-plastic alternative we opt that instead. Me and Tofan decide to try to make some homemade product, such as all purpose cleaner made from white vinegar. We made our own laundry detergent, homemade shampoo and soap for all of family member which reduce money and reduce plastic package consumption. We change our disposable food utensils with bamboo fiber based ware. We plan to change the currently non-biodegradable trash bag with the biodegradable one. We change disposable kitchen paper and use napkins more often for cleaning, wiping, etc. We try to reduce our toilet paper consumption.

The fun thing about this lifestyle is, I learn many things like how to make castille soap and re-learn again on how to operate a sewing machine to make towel napkins. I need a brain switch from analyzing too much to a project which require more physical activity.

For archiving purpose, I list several websites (only for those who live in the Netherlands) where I get the material for this homemade project.

  1. For soap making and body butter, www.avantgardecosmeticswebwinkel.nl  . You can get various based oil like coconut, argan or jojoba oil in cheap price. Another website that also offer various ingredients is www.natuurlijkeolie.nl
  2. For biodegradable trash bag, product for hygiene http://www.greenjump.nl . This website has various green product such as cotton bag for shopping, bamboo based toothbrush or women`s related hygiene product.
  3. Washing soda http://www.usfoodz.nl
  4. White vinegar and baking soda in large quantity can be bought from www.werkenmetmerken.nl
August 2016
M T W T F S S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Past Posts

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.