Mari jadi lebih hijau

Mulai beberapa minggu lalu keluarga kami menerapkan kebijakan untuk menjadi lebih ramah lingkungan. Beberapa perubahan yang kami terapkan seperti misalkan mengganti produk sekali pakai dengan yang lebih durable. Misalkan kami mengganti tisu dapur sekali pakai dengan lap. Kami  tak lagi membeli plastik sekali pakai untuk acara di rumah. Kami beli beberapa set mangkok dan gelas dari serat bambu. Kami juga menghemat penggunaan tisu toilet dengan menyiapkan handuk kecil di kamar mandi.

Sekarang kami kalau pergi belanja selalu bawa tas dari rumah dan juga tupperware. Tupperware dipakai kalo mau beli daging misalkan. Sementara tas dari bahan serat dipakai kalau kami ingin belanja sayuran atau buah-buahan seperti toge, apel dll. Oia kami pernah belanja kibbeling, gorengan ikan khas belanda, dengan membawa tuperware sendiri dari rumah. Si penjualnya dengan heran bertanya, Ik heb een bakje,  waarom die? Karena biasanya kami tinggal pesan dan dibungkuslah pesanan kami dengan bak plastik sekali pakai. Cuma karena kami ingin berubah mengurangi konsumsi disposable akhirnya kami putuskan membawa wadah sendiri🙂. Oia selama travelling kami juga bawa lap sendiri dan tak lagi membeli tisu sekali pakai. Kami bawa botol minuman untuk mengurangi konsumsi air mineral dengan botol sekali pakai dan membawa bekal dari rumah untuk mengurangi jajan🙂.

Mendadak Homemade

Kira-kira mulai bulan Juni 2016 lalu aku mulai bikin produk homemade. Tujuan utamanya sebenarnya untuk mengurangi konsumsi plastik dan juga menyederhanakan hidup. Catatan ini dibuat untuk jadi semacam testimoni produk homemade😀.

  1. Mengganti produk pembersih rumah dengan cuka. Sekarang produk pembersih yang tersisa cuma pembersih toilet (dibeli jauh sebelum bulan Juni) dan pembersih dengan bahan dasar cuka. Pembersih dari cuka ini dibuat dengan campuran cuka, sedikit sabun, dan air. Aku selalu menyiapkan beberapa buah kulit jeruk supaya ada wangi selain cukanya. Kulit jeruk ini direndam dalam cuka selama beberapa hari sebelum siap digunakan. Mulai dari ngebersihin kompor, kulkas, oven, furniture, basin toilet, kaca, sampai menghilangkan endapan kapur di perabotan mandi semuanya pake pembersih cuka. Dan hasilnya so far so good. Highly recommended deh🙂. Cuka yang di Belanda aku beli dalam jumlah bulk 5 literan. Jugnya sayangnya masih pake plastik si. Masih belum nemu cuka yang bulk dan datang dengan wadah alternatif selain plastik.
  2. Bikin deterjen laundri sendiri. Oke bahan dasarnya ada berbagai macam variasi kalo mau cari-cari di internet. Yang aku pake cuma sabun batangan dengan bau lavender dan soda cuci merk arm and hammer. Soda cuci ini asalnya dari baking soda yang dipanaskan memakai oven dengan suhu 220 derajat celsius. Di Indonesia sepertinya lebih murah kalau pake baking soda. Alternatif lain kalo ga ada soda cuci/washing soda adalah dengan memakai baking soda🙂. Pernah liat juga ada yang pake campuran garam laut. So do your own research and decide. D rumah ada sabun batangan merk de Traay yang kapan itu aku beli. Karena males bikin yang deterjen liquid (karena gagal kapan itu) jadinya bikin yang serbuk saja. Per sekali load cuma butuh tiga sendok teh deterjen ini. Sabun de Traaynya datang dengan bungkusan plastik si sayangnya. Mungkin bakal coba cari sabun lain kali ya yang datang dengan bungkusan kertas. Kalo Arm and Hammer Washing sodanya datang dengan bungkusan kertas so its better than choosing laundry dertegent which comes in plastic bottle.
  3. Buat pasta gigi aku ganti dengan sabun gigi (toothsoap). Bahannya 1 sendok makan sabun castille Dr Bronner, 1 sendok makan minyak kelapa, satu sendok teh madu, harusnya raw honey, tapi ya sudahlah manfaatkan yang ada saja, 3 sendok makan air, 3 tetes peppermint dan 3 tetes thieves oil buat rasa. Rasanya sedikit aneh pas pake, tapi lumayan dibandingkan dengan pasta gigi baking soda yang aku bikin sebelumnya. Pas nyobain pasta gigi baking soda kemaren sempet mual karena rasanya yang super aneh. Kalo yang toothsoap lumayan oke rasanya. Dan so far bikin gigi mengkilat dan terasa bersih. Aku juga bikin mouthwash sendiri. Mouthwash ini dibikin dengan campuran 1 cup air, 1 sendok makan baking soda, dan 10 tetes rosemary oil. Rosemary oil ini rasanya seger banget, mirip kayak rasa  kayu putih. Jadinya tiap dua hari sekali aku kumur2 pake mouthwash ini supaya mulut tetep segar🙂.
  4. Homemade sampo. Homemade sampo ini bahannya dari castille soap Dr. Bronner, minyak kelapa dengan perbandingan 2 banding 1 dan olie oil juga dengan perbandingan yang sama. Aku tambahin tea tree 5 tetes dan peppermint 5 tetes, plus rosemary oil 5 tetes. Jeleknya sampo ini adalah setelah beberapa lama pemakaian rambutku jadi gampang patah. Masalahnya ternyata ada di pemakaian Dr. Bronner castille soap. Karena pH nya basa sementara pH rambut asam lama2 rambut jadi terbuka lapisan cuticlenya dan jadinya gampang patah. Ke depan bakalan tetep pake sampo ini cuma sabun castillenya dikurangin aja mungkin ato seperti yang pernah disarankan seseorang untuk pake conditioner dengan pH yang neutral. Conditioner ini dibuat dari santan plus aloe vera gel. Dipakenya cuma di rambut saja dan ga perlu di kulit kepala.
  5. Sabun dan deodorant. Sabun mandi sendiri kemaren dibuat dari castille soap, madu, dan minyak zaitun. Ditambah tea tree oil dan summer sensation eo dari de Tuinen. Hasilnya wow, mirip di spa lah ya rasanya hihihih. Ga terlalu berbusa sabunnya dan ga bikin kulit jadi cepat kering🙂. Deodorant kemaren dibikin dari campuran minyak kelapa, tepung maizena dan baking soda, plus ditambah minyak essensial jeruk. Yummy baunya wangi banget. Kalo dipake di sub tropis mungkin oke, cuma kebayang juga kalo dipake di Indo. Masalahnya deodorant ini ga mencegah keringat. Dia mencegah bau keringat. Cuma kalo dipikir-pikir sebenernya keringat keluar juga karena dia butuh keluar kan yak. Jadi selama dia ga bau si harusnya no problem. Masalahnya secara visual agak gimana gitu kali ya kalo liat baju basah di bagian ketiak hihihih.

Secara umum si konsumsi plastik kami jadi lebih berkurang. Dulu yang biasanya beli seabrek pembersih yang berbeda untuk tiap barang di dapur, sekarang cukup satu saja. Dulu yang plastik lotion, sampo, dan sabun banyak dihasilkan sekarang cukup mengurangi plastik walo sayangnya belom bisa dicut semua. Karena minyak kelapanya kemaren belinya yang masih di wadah plastik. Ada sih yang di wadah kaca. Kapan-kapan insyaAllah beli yang itu.

PhD lets be friend and not enemy ok🙂. I see you as something that is chasing my back for years. I realize instead we need to hold hand together and make this work under my command based on freedom, not fear. So lets make this work..

September 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Past Posts